Kamis, 24 Maret 2011

Kandungan Sumber Mata Air Pegunungan Pilihan

JIKA berbicara soal sumber kehidupan, yang pertama terlintas dalam benak kita adalah air. Manusia dapat bertahan tanpa makan selama 45-65 hari dengan hanya tergantung pada air, tetapi tidak akan bertahan lebih dari 3 hari tanpa air. Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada pengeluaran energi bayi dan orang dewasa berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi 2004, pria dan wanita dewasa membutuhkan air sekitar 2- 2,5 liter per harinya.
Faktor geografis mempengaruhi keberadaan sumber air, wilayah pegunungan misalnya, memiliki banyak sumber mata air. Namun, kita harus waspada, karena ternyata tidak semua air baik untuk diminum. Dan walaupun di pegunungan tapi tidak semua mata air layak dikonsumsi, karena sifat dan kandungannya selalu berbeda. Sumber air minum terbaik be/dasarkan penelitian ilmiah dari sejumlah sumber yang dilansir adalah sumber air yang terdapat di pegunungan vulkanik.
Sumber air minum terbaik berasal dari mata air pegunungan vulkanik, karena selain letak sumbernya yang jauh di bawah permukaan tanah, berlokasi di atas ketinggian pegunungan yang masih terjaga kealamian-nya. Selama pengaliran air tersebut di dalam tanah, dalam kurun waktu harian sampai dengan jutaan tahun, maka terjadilah proses-proses fisika dan kimia. Proses hidrogeokimia tersebut sangatlah dipengaruhi oleh faktor komposisi mineral penyusun akuifer(lapisan batuan pembawa air), proses dan pola pergerakan airtanah serta waktu tinggal airtanah yang berada di dalam akuifer tersebut. Indonesia mempunyai lebih dari seratus gunung api aktif maupun non aktif dimana secara geologis gunung-gunung api tersebut membentuk lapisan-lapisan batuan yang sangat sempurna sebagai akuifer yang memberikan kandungan mineral seimbang di dalam air.
Hasil penelitian para ahli hidrogeologi juga menyebutkan air pegunungan vulkanik memenuhi tiga syarat karakteristik sumber air tanah yang baik adalah kualitas, kuantitas dan kontinuitas.
Dari sisi kualitas, artinya sumber air minum tersebut memenuhi standar tiga pengukuran, yaitu sifat fisik, kimiawi danbiologis. Dari aspek fisik, sumber air minum tidak boleh berwarna, berbau, berasa dan keruh. Dari aspek kimiawi, bahan air minum tidak boleh mengandung logam berat (misalnya mercuri, nikel, timbal, seng dan perak), atau pun zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan deterjen. Sedangkan pada aspek biologis, air minum tidak boleh mengandung mikroba, khususnya bakteri entamoeba koli.
Mengkonsumsi air putih adalah kebutuhan mendasar bagi tubuh kita, bahkan jika diukur maka dapat diketahui bahwa air putih merupakan cairan yang paling banyak kita konsumsi ke dalam tubuh kita. Masyarakat modern mulai sadar terhadap perlunya investasi kesehatan untuk masa datang, mereka mulai sadar bahwa setiap tetes air minum yang sehat akan memberikan keuntungan yang tak ternilai bagi kehidupannya di masa datang.
AQUA hanya memilih mata air terbaik dari ketinggian pegunungan dengan menggunakan 9 kriteria , 5 tahapan dan 1 tahun penelitian.Tari Sulaeman Wijaya Brand Director dari Danone AQUA, memastikan Kebaikan Alam di setiap tetes AQUA, kami sangat berhati-hati dan teliti dalam memilih sumber mata air terbaik. Karena, tidak semua sumber mata air pegunungan bisa menjadi sumber mata air alami AQLlA.
Yang dimaksud dengan 9 kriteria meliputi jumlah debit air dari sumber air harus seimbang dengan kebutuhan untuk memastikan lingkungan di sekitar mata air tetap terjaga; parameter fisik; parameter kimia; parameter mikrobiologi; kondisi lingkungan mata air dan keberadaan sumber-sumber yang berpontensi untuk menjadi sumber polutan, stabilitas parameter fisik permantauan jangka panjang terhadap kemungkinan berubahnya parameter fisik; stabilitas parameter kimia; kesinambungan sumber air dari kualitas maupun jumlah debit; dan ketersediaan infrastruktur.
Selanjutnya, AQUA melakukan studi yang terintegrasi oleh tim ahli minimal 1 tahun untuk mempelajari karakteristik sumber mata air terpilih yang diterapkan dalam 5 tahapan proses seleksi yang ketat, yakni studi indentifikasi prospek; studi geologi; studi geolistrik; studi eksplorasi awal; dan studi pedayagunaan mata air yang menyeluruh untuk memastikan kesinambungan mata air. (AE-08/AE-05)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar